Salam Damai
Sejahtera bagi kawaan-kawan yang membaca artikel ini,
Pada suatu hari
tepatnya tanggal 10 Maret 2014, sekitar pukul 12.30 WIB saya bersama adik saya
berlibur ketempat saudara saya yang ada di Kesugihan, Cilacap. Saya sampai di
rumah saudara saya pukul 17.00 WIB, tapi itu sudah termasuk waktu kita nunggu
ditempat penjemputan sekitar 1 jam, karena kami saat itu ada kesalah pahaman
antara ayah dan saudara saya tentang tempat penjemputannya.
Memang
sebenarnya saya dulu sering ke cilacap tapi karena sudah lama tidak ke Cilacap
sayapun juga bingung tempatnya karena saya juga belum pernah naik bis dari
Purworejo ke Kesugihan , seringnya saya
ke kota cilacapnya yang dari kesugihan itu sekitar 1 jam . setelah sampai kamipun bergegas untuk
mandi dan makan malam, menu makan malam itu adalah sayur sawi dan Tahu bacem .
Mungkin karena “saking” capeknya kami jadi lapar dan entah dalam beberapa menit
makanan yang ada di piring saya langsung lenyap, hehe...
Setelah makan
malam kamipun menonton TV sejenak dan online di Facebook mumpung ada wifi
gratis, yapp memang karena saudaraku mempunyai warung internet atau yang sering
kita singkat yaitu “warnet”. Kami tidur saat itu kira-kira pukul 23.00 WIB, kam
tidur dengan nyenyaknya.
Paginya kami terbangun
pada pukul 06.30 WIB (padahal biasanya 05.30 Wib saya sudah bangung, mungkin
karena capek..) setelah bangun pagi saya beres beres rumah ( ya sekallian bantu – bantulah..) terus
melihat saudara – saudara saya berangkat sekolah.
Memang saya
sekarang sudah tidak sekolah formal tapi saya masih belajar dan mengikuti
program Sekolah Berbasis Rumah atau yang biasa kita sebut dengan Home Schooling
yang ada di Organisasi Masyarakat bernama “Gerakan Fajar Nusantara” yang
berpusat di Jakarta dan memiliki cabang sampai ke Kabupaten Purworejo.
Saudara saya
yang ada di Kesugihan , Cilacap ada 4 orang yang pertama sudah kelas 2 SMP,
kedua sudah Kelas 1 SD, ketiga masih PAUD, dan terakhir masih bayi.
Saya menunggu anaknya pulang karena
kalau gak ada saudara saya yang kelas 2 SMP, saya maupun adik saya tidak bisa
kemana-mana.. sembari menunggu anak itu pulang, saya sarapan dan menonton tv . sekitar
pukul 12.30 WIB dia pulang, dan kamipun main PS 2 yang dia miliki, dan sekitar
pukul 16.00 WIB saya diajak saudaraku ( SMP kelas 2) main bola, kami bermain
bola di lapangan belakang milik SMP N 1 yang kebetulan belum tertutup .
Sebelum saya ,
saudaraku dan teman-temannya mulai main bola , saudaraku mengeluarkan bungkus rokok
yang ada dikantongnya, (kelas 2 SMP sudah ngerokok ) dan menawari rokok itu
kepada teman temannya , aku menegur saudaraku tapi dia malah menawariku, tentu
saja saya menolak. Saya tanya kepadanya “kenapa, kok masih SMP sudah merokok?”,
katanya “ya diajak temen dan biar gak dikira anak kecil”.
Mendengar
jawaban itu saya berpikir sejenak , kok bisa ya anak segitu bilang merokok itu
biar gak dianggap anak kecil??? Apalagi saudaraku pas ketahuan merokok sama
orang tuanya langsung dipukul, tapi masih tetep ngerokok.
Memang anak
zaman sekarang baik-baikin sama temen tapi malah “wani” sama perintah orang tua.
Setelah saya menunggu saudaraku habis rokoknya kami pun bermain sepak bola,
kami main dengan membagi tim dengan anggota sebanyak 3 lawan 3. Saya memasukan
2 gol saat itu, apalagi waktu gol ke2 saya masukan bolanya sambil berbalik
alias pakai tumit.
Setelah selesai
kamipun duduk sejenak dan saudaraku mengeluarkan rokok lagi, payah... saat
ngobrol-ngobrol saya mendengar ada temannya yang kemarin minum “Ciu”, sejenis
minuman keras. setelah duduk –duduk sejenak kamipun pulang ketempat
masing-masing.. saya pulang dengan kaki pincang karena telapak kaki saya terasa
sakit kami untuk berjalan , mungkin karena saya sudah tidak sering main
sepakbola lagi.
Setelah saya
liat telapak kaki saya , ternyata telapak kaki saya kapalan. Mau ngapain aja
entah mandi, main atau olahraga saya pun berdiri / berjalan dengan kaki agak
dengklang. Untungnya sakitnya itu hanya 1 hari saja, karena saat siang hari
saya sudah tidak sakit lagi.
Kesimpulan dari Pengalaman saya saat bermain dengan saudara dan temannya
:
Dari pengalaman
ini saya mengerti bahwa banyak anak diluar sana masih perlu perhatian dari
orang tua masing-masing dan tak jemu-jemunya memberi nasihat bukan bentakkan
maupun amarah yang akhirnya anak hanya taat dan patuh kepada orang tua di
depannya saja bukan di belakangnya pula.
Sekian
pengalaman saya yang baru – baru saja saya alami.
Salam Damai Sejahtera.....


